Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
               SCIENCE.INNOVATION.NETWORKS

www.litbang.deptan.go.id

Highlight

SmartD
Katam
banner1
300 Teknologi Balitbangtan


       Bbpmektan  
Rekayasa Model Mekanisasi Penggilingan Padi untuk Meningkatkan Rendemen Beras (2006) PDF Cetak E-mail
Oleh Adm   
Jumat, 28 September 2012 11:30

Budiharti, Uning; Tjahjohutomo, Rudy; Harsono; Handaka; Juliana, Reni Gultom
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

ABSTRAK

Rendemen giling dari tahun ke tahun mengalami penurunan secara kuantitatif dari 70% pada akhir tahun 70 an menjadi 65% pada tahun 1985, 63,2 pada tahun 1999, dan pada tahun 2000 paling tinggi hanya 62%, bahkan kenyataan di lapang di bawah 60%.  Apabila setiap penurunan rendemen 1 % kehilangan kuantitatif beras lebih dari 500.000 ton, maka angka ini bernilai kerugian devisa setara lebih dari 117,5 juta USD per tahun (asumsi produksi nasional 50 juta ton dan harga beras 235 USD/ton).
Sementara itu terdapat kesenjangan antara potensi rendemen giling beras secara laboratoris dan kenyataan di lapang.  Potensi rendemen  secara laboratoris berkisar 67-71%.  Hasil uji BBPMP pada lebih 25 unit mesin RMU komersial menunjukkan data  rendemen beras berkisar antara 64,12%-67,92%.  Sedangkan kondisi di lapang dari hasil survey dan penelitian menunjukkan rata-rata rendemen pada RMU adalah 61,73%, PPK 61,86% dan PPB 65,5%.  Perbedaan skala usaha dan konfigurasi mesin pada penggilingan padi berpengaruh terhadap rata-rata rendemen. 
Penelitian tahun 2006 meliputi implementasi fisik berupa penerapan perbaikan konfigurasi mesin pada penggilingan padi terpilih, yaitu penempatan pembersih gabah (paddy cleaner) di penggilingan padi PB Cibinong, Cianjur; dan pembuatan model komputer yaitu model mekanisasi penggilingan padi untuk meningkatkan rendemen giling yang bertujuan meningkatkan produksi beras. Hasil Uji pada penggilingan padi cianjur menunjukkan rendemen giling rata-rata adalah 69% untuk konfigurasi CHSP dan 67% untuk konfigurasi HSP.  Hasil dari simulasi model mekanisasi penggilingan padi menunjukan terdapat penambahan beras sebesar 300.000-400.000 ton beras jika dilakukan perbaikan konfigurasi mesin pada PPK dan RMU dengan sebaran di setiap propinsi sebagaimana terdapat pada gambar 1.  Hasil simulasi sistem dinamik dihasilkan prediksi untuk tahun 2007-2010,  bahwa tanpa perbaikan teknologi terdapat defisit beras yang cukup tinggi yaitu berkisar 500.000-600.000 ton beras. Defisit tersebut dapat dikurangi dengan perbaikan teknologi, yaitu perbaikan (renovasi) penggilingan padi dan peningkatan produktivitas lahan, dimana salah satunya adalah melalui alsin penanganan pasca panen untuk menurunkan losses.   Hasil simulasi sebagai mana ditunjukkan pada tabel 1, renovasi penggilingan padi dapat menurunkan defisit beras, dan jika dibarengi dengan upaya penurunan susut maka defisit semakin berkurang, bahkan dapat surplus pada tahun 2010.   Dan terdapat peningkatan rata-rata rendemen nasional dari 62,78% menjadi 63,48%. 
Beras merupakan komoditi yang penting dan strategis bagi bangsa Indonesia, karena merupakan makanan pokok bagi masyarakatnya, sehingga ketersediaan dan harga beras sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi dan politik di Indonesia.  Impor beras, menjadi pilihan yang harus diambil, manakala kebutuhan beras lebih besar dari pada produksi.   Namun demikian impor hanya menjadi penyelesaian jangka pendek dari masalah pangan, dan untuk menjamin kemandirian pangan untuk jangka panjang, maka perbaikan teknologi pada kegiatan produksi padi dan prosesing padi menjadi beras mutlak diperlukan.

 
BBP Mektan
login
Joomla Templates by JoomlaVision.com