Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
     

Highlight

eproduk
banner1
300 Teknologi Balitbangtan
Katam

F. A. Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?
Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?
Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?
Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian
 
Selengkapnya >>

Polling

Darimanakah Anda mengetahui BBP Mektan?
 


       Bbpmektan  
Pengemb. Sistem Irigasi Mikro untuk Greenhouse dan Lapang (2005) PDF Cetak E-mail
Abstrak Litbang Mektan - Abstrak Litbang Mektan 2005
Oleh Adm   
Jumat, 28 September 2012 11:21

Prabowo Agung, Budiastuti M.J. Tjaturetno, Satriyo Budi, Ashari Ahmad
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Kegiatan ini terdiri dari dua sub kegiatan, yaitu : pengembangan sistem irigasi mikro di lapang dan pengembangan sistem kontrol otomatis suhu dan lengas tanah di greenhouse. Pengembangan sistem irigasi mikro dilaksanakan di lahan percobaan Natar milik BPTP Lampung. Sistem irigasi yang dikembangkan adalah irigasi tetes untuk tanaman cabai dan irigasi curah untuk tanaman fitofarmaka (jahe). Luas areal untuk pengembangan irigasi tetes adalah 1.156 m2 (0.12 ha) dan luas areal untuk irigasi curah adalah 990 m2 (0.099 ha). Pertimbangan yang diperlukan untuk penelitian rancangbangun irigasi tetes dan curah adalah: kondisi iklim, tanah, tekstur tanah, struktur tanah, jenis tanaman, kualitas air dan kuantitas sumber air. Satu set data iklim insitu lokasi Natar selama 6 tahun (2000 – 2005) yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Natar dipergunakan sebagai masukan simulasi kebutuhan air tanaman. Simulasi data agroklimat, data tanah dan data tanaman menggunakan program CROPWAT FAO. Parameter keberhasilan pola pengoperasian irigasi tetes dan curah antara lain adalah : a). Nilai keseragaman tetesan/curahan, b). Efisiensi penggunaan air, dan d). Produktivitas air.
Perancangan sistem kontrol suhu dan lengas tanah dilakukan di greenhouse BBP Mektan Serpong. Greenhouse yang digunakan dalam kegiatan ini adalah greenhouse yang sudah ada, yang mempunyai ukuran 9 m x 5 m x 5,2 m (p x l x t). Bahan atap terbuat dari polycarbonate, dan dinding didominasi bahan kaca. Di dalam greenhouse sudah dilengkapi dengan exhaust-fan dan inhaust-fan, masing-masing 3 buah. Komoditas yang akan ditanam adalah tanaman hias anggrek. Sesuai dengan budidaya anggrek pada umumnya, di dalam greenhouse akan dilengkapi dengan meja-meja sebagai tempat untuk meletakkan pot-pot anggrek. Sesuai dengan ukuran greenhouse, jumlah meja yang akan ditempatkan di dalamnya 4 buah dengan ukuran panjang 200 cm, lebar 80 cm dan tinggi 65 cm. Greenhouse tersebut juga dilengkapi dengan jaringan irigasi tetes dan jaringan humidifier (pengatur kelembaban). Parameter keberhasilan dari sistem kontrol yang dirancang antara lain adalah : a). Responsibility kontrol, b). Akurasi sensor dan c). Kemampuan mengkondisikan iklim mikro didalam greenhouse.
Hasil uji kinerja lapang dari kedua sistem irigasi mikro yang dikembangkan di lahan percobaan Natar milik BPTP Lampung dikategorikan baik. Untuk sistem irigasi tetes, tingkat keseragaman distribusi tetesannya  87,11% dengan debit tetesan rata-rata 0.722 l/jam. Total air yang didistribusikan oleh sistem irigasi tetes adalah 536.085 m3/musim dan total kebutuhan air tanaman cabai mencapai 531.575 m3/musim, sehingga efisiensi irigasi tetes adalah 99,16 %. Produktivitas air sistem irigasi tetes hanya mencapai 1.06 kg/m3-air. Sedangkan untuk sistem irigasi curah, tingkat keseragaman distribusi curahannya 80.17%, prosentase penurunan tekanan pada pipa-pipa hanya mencapai 9.9 % dan prosentase penurunan debitnya 11.05 %. Total air yang didistribusikan oleh sistem irigasi curah adalah 495.47 m3/musim dan total kebutuhan air tanaman jahe adalah 459.84 m3/musim, sehingga efisiensi irigasi yang diperoleh adalah 91.88 %. Produktivitas air sistem irigasi curah mencapai 2 kg/m3-air. Biaya investasi sistem irigasi tetes beserta motor penggerak adalah Rp.25.137.000,-/ha dan sistem irigasi curah dengan motor penggeraknya adalah Rp.20.677.000,-/ha. Biaya operasional untuk irigasi tetes adalah Rp. 1.988.084,-/musim dan untuk irigasi curah adalah Rp. 1.281.675,-/musim.
Dengan adanya nilai produktivitas air, maka sumbangan pemanfaatan dan pengelolaan irigasi mikro dalam proses produksi pertanian mampu meningkatkan kemanfaatan input produksi lainnya yang mencakup biaya pupuk, pengolahan tanah, tenaga kerja, dll. Dampak nyata terhadap proses pertumbuhan tanaman adalah berapa banyak produksi yang dapat dihasilkan persatuan kejadian transpirasi tanam. Sehingga peningkatan produktivitas air dalam suatu sistem irigasi konjungtif (dalam hal ini tetes dan curah) perlu dukungan sinergi lintas pengetahuan fisiologi tanaman, agronomi dan keteknikan pertanian.
Hasil uji fungsional sistem kontrol suhu dan lengas tanah didalam greenhouse menunjukkan hasil yang baik. Dalam hal responsibility kontrol, yaitu kemampuan melaksanakan perintah dari sistem kontrol untuk menyalakan dan mematikan pompa irigasi dan pompa pengabut dari sistem kontrol yang dibuat menunjukkan hasil yang baik. Tingkat akurasi sensor suhu mencapai 0.99, yang artinya tingkat akurasi sensor suhu baik. Sedangkan tingkat akurasi sensor kadar lengas mencapai 0.80, yang menunjukkan bahwa tingkat akurasi sensor kadar lengas cukup baik. Kemampuan pengkondisian suhu dapat dilihat dengan membandingkan antara suhu di dalam greenhouse dengan suhu lingkungan (di luar greenhouse) dan range suhu yang diinginkan. Dari hasil pengujian sistem kontrol dapat disimpulkan bahwa sistem pendingin ruangan greenhouse belum dapat bekerja optimal yang ditunjukkan dengan hasil pengukuran suhu yang sangat lama untuk mencapai kondisi batas bawah suhu yang ditentukan (setting) terutama pada siang hari sehingga sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Kemampuan pengkondisian kadar lengas tanah dapat bekerja secara optimal. Hal ini dapat dilihat pada hasil pengukuran kadar lengas tanah hasil pengujian. Kemampuan pengkondisian kadar lengas tanah lebih banyak ditentukan oleh kecepatan kehilangan air di tanah (media tanam), oleh karena kehilangan air di dalam tanah sangat kecil (lambat) maka pengkondisian kadar lengas tanah mudah dilakukan.
Sistem kontrol suhu dan lengas tanah diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan suatu alternatif teknologi budidaya tanaman dengan pengontrolan terhadap suhu dan lengas tanah secara otomatis sesuai dengan tingkat pertumbuhan tanaman serta dapat memberikan informasi dan rekomendasi tentang perancangan dan implementasi greenhouse untuk budidaya tanaman. Dampak dari pemanfaatan sistem kontrol otomatis ini akan mampu mengatasi permasalahan yang biasa terjadi pada pengontrolan secara manual (human operator) dalam hal tingkat akurasi pengamatan dan perhitungan, kelelahan, subyektifitas, kejemuan, ketidakseragaman serta ketidak telitian.

 
BBP Mektan
login
Joomla Templates by JoomlaVision.com